Bahasa Indonesia Sebagai Pemersatu Bangsa

 

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki populasi padat dan wilayah yang luas. Dengan luas daratan mencapai 1.922.570 km² dan lautan mencapai 3.257.483 km² maka tidak heran jika Indonesia menempati urutan keempat sebagai negara dengan populasi terpadat di dunia. Indonesia memiliki lima pulau besar, yakni Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Pulau Jawa merupakan pulau terpadat di Indonesia dimana hampir setengah dari seluruh populasi di Indonesia bermukim di pulau ini.

Indonesia terdiri dari berbagai macam ras dan etnies. Meskipun jumlahnya belum diketahui secara pasti namun menurut hasil sensus terakhir yang dilakukan BPS, tercatat sekitar 1128 suku di Indonesia.  Hal ini tentunya menjadikan Indonesia sebagai negara multikultural yang memiliki ragam kebudayaan. Keberagaman budaya ini salah satunya dapat dilihat dari banyaknya bahasa yang ada.

Menurut Dr Dendy Sugondo, Kepala Pusat Bahasa Depdiknas, Indonesia memiliki lebih dari 746 bahasa. Bahasa-bahasa etnik ini tersebar di 17508 pulau yang ada di Indonesia. Kebanyakan dari bahasa-bahasa ini tersebar hanya dari lisan ke lisan secara turun temurun sehingga rentan untuk mengalami kepunahan.

Banyaknya bahasa di Indonesia memberikan hambatan sekaligus keuntungan bagi perkembangan bangsa. Selama perjuangan melawan penjajah contohnya, bahasa menjadi penghambat bagi persatuan bangsa. Masing-masing etnis lebih cenderung untuk berjuang bersama orang-orang yang memiliki latar belakang budaya dan bahasa yang sama. Kecenderungan ini mengakibatkan tidak terciptanya harmoni dalam perjuangan bangsa yang pada akhirnya berujung pada hasil yang sama yakni kegagalan.

Kegagalan demi kegagalan yang dialami segera disadari oleh generasi-generasi muda Indonesia. Mereka memandang pentingnya persatuan dalam perjuangan melawan penjajah. Tidak hanya bersatu dalam pengertian bahwa mereka memiliki tujuan yang sama yakni kemerdekaan, tapi juga bersatu dalam pengertian adanya kesepahaman dalam kebudayaan. Untuk mewujudkan hal ini maka generasi muda Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928 melaksanakan pertemuan yang dikenal dalam sejarah sebagai Sumpah Pemuda. Salah satu hasil penting dari pertemuan ini adalah diakuinya Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan Indonesia.

Pengakuan ini menjadi tonggak baru bagi persatuan dan perjuangan bangsa Indonesia. Perlawanan bangsa Indonesia yang sebelumnya bersifat kedaerahan kemudian berubah menjadi perlawanan nasional yang jauh lebih terorganisir dan lebih terintegrasi. Persatuan dan perjuangan keras bangsa Indonesia ini kemudian berbuah manis dengan diraihnya kemerdekaan yaitu pada tanggal 17 Agustus 1945.

Selepas kemerdekaan bahasa Indonesia mengalami perkembangan. Tidak hanya dilihat dari semakin banyaknya kosakata tetapi juga semakin banyaknya warga yang bisa berbahasa Indonesia. Tidak hanya di pulau Jawa bahkan warga di pulau-pulau terpencilpun fasih berbahasa Indonesia. Bahasa Indonesia tidak lagi hanya merupakan bahasa sekelompok kecil orang tapi merupakan bahasa dari 230 juta manusia.

Dewasa ini, bahasa Indonesia sebagai pemersatu bangsa memegang peranan penting dalam kehidupan bernegara bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia menjadi semacam kebanggaan bagi setiap warga negara Indonesia tanpa memandang ras atau etnisnya. Bahasa Indonesia juga memberikan pengaruh positif bagi perkembangan  di setiap sendi kehidupan bangsa Indonesia. 

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s