Etika Profesi Akuntansi

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Etika Profesi Akuntansi (Translate)

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Kode Etik Profesi Akuntan

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Etika Profesi Akuntansi Internasional Hal. 81 – 83 (terjemahan)

Nama : Arif Ruiyat

NPM : 21210083

Kelas : 4eb15

 

Penilaian bukan merupakan subjek pemeriksaan eksternal dan berpengaruh secara material terhadap financial statement. Keberadaan dan tingkat signifikansi setiap threat yang ada tergantung pada faktor-faktor berikut, seperti :

  • Luasnya metodologi penilaian harus bersandar pada aturan atau hukum pajak yang berlaku, aturan-aturan lain yang sudah ditetapkan, serta tingkat subjektifitas yang melekat dalam melakukan penilaian.
  • Reliabilitas dan banyaknya data yang dikumpulkan

Setiap threat yang ada perlu dievaluasi  dan perlindungan perlu diterapkan guna mengurangi threat sampai pada tingkat yang dapat diterima. Contoh usaha perlindungan tersebut diantaranya :

  • Memanfaatkan jasa professional yang bukan merupakan bagian dari tim audit dalam melakukan evaluasi, atau
  • Memiliki hasil pemeriksaan professional atau hasil jasa pajak
  • Memperoleh saran dari otoritas perpajakan

Membantu Dalam Pemecahan Masalah Perpajakan

290.192 Pembelaan atau self-review dapat dilakukan apabila firma mewakili klien dalam pemecahan masalah perpajakan segera setelah  otoritas pajak memberitahu klien bahwa mereka menolak argumen klien dimana baik otoritas pajak ataupun klien mengajukan persoalan tersebut  sebagai laporan resmi ke pengadilan. Keberadaan dan tingkat signifikansi setiap threat yang ada tergantung pada faktor-faktor berikut, seperti :

  • Apakah firma sudah memberikan saran terkait masalah perselisihan pajak yang terjadi .
  • Perselisihan pajak akan berdampak material terhadap laporan keuangan yang mana firma akan memberikan opini terhadapnya.
  • Persoalan yang diajukan harus disokong oleh fakta hukum dan aturan pajak.
  • Manajemen ikut serta dalam pemecahan masalah yang diperselisihkan.

 Setiap threat yang ada perlu dievaluasi  dan usaha perlindungan perlu diterapkan guna mengurangi threat sampai pada tingkat yang dapat diterima. Contoh usaha perlindungan tersebut diantaranya :

  • Memanfaatkan jasa professional yang bukan merupakan bagian dari tim audit dalam melakukan evaluasi, atau
  • Memiliki hasil pemeriksaan professional atau hasil jasa pajak
  • Memperoleh saran dari otoritas perpajakan

 

290.193 Dalam layanan perpajakan firma bertindak sebagai advokat untuk klien sebelum perkara dilimpahkan ke pengadilan publik dalam upayanya untuk menyelesaikan persoalan perpajakan. Jumlah yang terkait  harus material terhadap laporan keuangan  yang mana firma akan memberikan opini terhadapnya. Pembelaan yang dilakukan harus signifikan sehingga tidak ada usaha perlindungan yang bisa menghilangkan atau mengurangi threat sampai pada tingkat yang dapat diterima. Karena itu, firma tidak diperkenankan untuk melakukan jasa jenis ini pada klien. Arti “pengadilan public” harus didefinisikan berdasarkan bagaimana proses perpajakan diperiksa dalam yurisdiksi khusus.

290.194 Firma , bagaimanapun, tidak dilarang untuk tetap berperan sebagai penasihat (misalnya, menanggapi permintaan informasi tertentu,  menyediakan catatan factual atau kesaksian mengenai  pelaksanaan kerja atau membantu klien dalam menganalisis masalah pajak) bagi klien berkaitan dengan persoalan tertentu yang sedang diperiksa sebelum pengadilan public.

Jasa Audit Internal

Ketentuan Umum

290.195 Bidang dan tujuan audit internal banyak jenisnya serta tergantung pada besar dan struktur perusahaan serta keperluan manajemen dan hal-hal lain yang terkait pengelolaan perusahaan.Aktifitas internal audit diantaranya :

  • Memantau pengendalian internal- memeriksa pengendalian perusahaan, memantau aktifitas operasional, dan mermberikan rekomendasi  perbaikan aktifitas dan operasional perusahaan,
  • Menguji informasi operasional  dan keuangan perusahaan- memeriksa cara yang digunakan untuk mengidentifikasi, mengukur, mengklasifikasikan, dan melaporkan informasi operasional dan keuangan perusahaan, serta penyelidikan khusus masing-masing item termasuk pengujian detil terhadap transaksi, saldo, dan prosedur:
  • Pemeriksaan tingkat ekonomis, efisiensi, dan efektifitas aktifitas operasi perusahaan termasuk juga aktifitas perusahaan yang bersifat non-keuangan
  • Pemeriksaan kepatuhan perusahaan terhadap hukum, aturan, dan hal lainnya, serta kebijakan dan pengarahan manajemen,  serta ketentuan internal perusahaan lainnya.

 

290.196 Jasa audit internal meliputi pemberian bantuan kepada klien dalam melakukan aktifitas audit internal. Penentuan jasa audit internal bagi klien yakni membuat threat independensi seandainya firma menggunakan hasil kerja audit dalam audit eksternal selanjutnya. Melaksanakan aktifitas audit internal memungkinkan anggota firma untuk memikul tanggung jawab manajemen.  Jika anggota firma memikul tanggung jawab manajemen ketika melakukan jasa audit internal, threat yang dibuat akan begitu signifikan sehingga tidak ada perlindungan yang bisa mengurangi threat sampai pada tingkat yang dapat diterima, Sehingga, anggota firma tidak perlu memikul tanggung jawab manajemen ketika melakukan audit internal.

290.197 Contoh jasa audit internal dimana anggota firma memikul tanggung jawab manajemen meliputi :

a. menyusun kebijakan audit internal atau pengarahan strategis aktifitas audit internal;

b. Mengarahkan serta mengambil tanggung jawab atas  tindakan pegawai audit internal perusahaan

c. memutuskan rekomendasi hasil audit internal yang akan diimplementasikan

d.melaporkan hasil audit internal kepada yang memiliki kepentingan dalam pengelolaan perusahaan

e. Melaksanakan prosedur-prosedur pengendalian internal, seperti  memeriksa dan menyetujui perubahan hak khusus untuk mengakses data karyawan

f. Menerima tanggung jawab dalam merancang, melaksanakan, serta mengawasi pengendalian internal.

g. melakukan jasa audit internal outsourced,  berisikan seluruh atau bagian pokok fungsi audit internal, dimana firma bertanggungjawab atas penentuan luasnya pekerjaan audit internal kemungkinan memiliki tanggungjawab untuk satu atau lebih persoalan dalam catatan a – f

 

290.198 Guna menghindari pelimpahan tanggung jawab manajemen, firma hanya perlu melakukan jasa audit internal bagi klien jika yakin bahwa :

a. klien menunjuk seseorang yang kompeten dan tepat, terutama manajemen senior, untuk bertanggungjawab pada keseluruhan aktifitas audit internal dan untuk merancang, mengimplementasikan, serta mengawasi pengendalian internal

b. manajemen klien atau mereka yang bertugas memeriksa pengelolaan  perusahaan, menilai, dan menyetujui luas, resiko, dan frekuensi audit internal.

c. manajemen klien mengevaluasi kecukupan pelaksanaan audit internal dan penemuan hasil dari pelaksanaan audit.

d. manajemen klien mengevaluasi dan menentukan rekomendasi hasil audit internal yang akan dilaksanakan

e. manajemen klien melaporkan pada mereka yang bertanggung jawab dalam pengelolaan perusahaan penemuan dan rekomendasi hasil audit internal.

 

Ket : threat – sulit ditranslate. Jika diartikan sebagai ancaman kesannya jadi tidak nyambung

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

SEPUTAR TOEFL

Test of English as a Foreign Language disingkat TOEFL adalah ujian kemampuan berbahasa Inggris (logat Amerika) yang diperlukan untuk mendaftar masuk ke kolese (college) atau universitas di Amerika Serikat atau negara-negara lain di dunia. Ujian ini sangat diperlukan bagi pendaftar atau pembicara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris. Ujian TOEFL ini diselenggarakan oleh kantor ETS (Educational Testing Service) di Amerika Serikat untuk semua peserta tes di seluruh dunia.

Jenis tes bahasa Inggris TOEFL ini pada umumnya diperlukan untuk persyaratan masuk kuliah pada hampir semua universitas di Amerika Serikat dan Kanada baik untuk program undergraduate(S-1) maupun graduate (S-2 atau S-3). Hasil tes TOEFL ini juga dipakai sebagai bahan pertimbangan mengenai kemampuan bahasa Inggris dari calon mahasiswa yang mendaftar ke universitas di negara lain, termasuk universitas di Eropa dan Australia. Secara umum, tes TOEFL lebih berorientasi kepada American English, dan sedikit berbeda dengan jenis tes IELTS yang berorientasi kepada British English. Tidak seperti tes IELTS, tes TOEFL ini pada umumnya tidak mempunyai bagian individual interview test.

Sampai saat ini ada tiga jenis TOEFL yang di keluarkan olehETS (English Testing Service), yaitu:

 

1. PBT (Paper Based Test) TOEFL

 

2. CBT (Computer Based Test) TOEFL

3. iBT (internet Based Test) TOEFL

 

Apa saja perbedaan dari semua bentuk TOEFL Test tersebut?

 

1. PBT (Paper Based Test) TOEFL 

 

PBT-TOEFL adalah bentuk TOEFL Test yang pertama kali dikeluarkan oleh ETS. Sistem test pada PBT-TOEFL menggunakan paper atau lembaran-lembaran kertas soal dan lembar jawaban yang harus diisi dengan pensil 2B.

Materi yang diujikan adalah:

  • Listening
  • Structure
  • Reading

Score range 310 – 677. Lama waktu test adalah 2 – 2,5 jam. 

 

2.  CBT (Computer Based Test) TOEFL

 

CBT-TOEFL adalah bentuk kedua, menggantikan PBT-TOEFL. Sistem test CBT-TOEFL tidak lagi menggunakan paper, tapi langsung dengan computer. Semua soal menggunakan softwere dan setiap soal langsung dijawab / dikerjakan di computer. CBT pertama kali dikeluarkan pada tahun 1998. Namun di beberapa negara di Asia, khususnya Indonesia masih diperkenankan untuk menggunakan PBT (ITP-TOEFL) sebagai standar International TOEFL Test. Sehingga pamor CBT di Indonesia sangat minim. Bahkan hingga sekarang masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak mengetahui apa itu CBT-TOEFL.

Materi yang diujikan adalah:

  • Listening
  • Structure
  • Reading
  • Writing 

Score range 0 – 300. Lama waktu test adalah 2 – 2,5 jam.

 

3. iBT (internet Based Test) TOEFL

 

iBT-TOEFL atau yang juga dikenal dengan Next Generation (NG) TOEFL adalah bentuk TOEFL Test terbaru yang dikeluarkan ETS dan mulai diperkenalkan sejak tahun 2005, tetapi di Indonesia, baru mulai diberlakukan sejak tahun 2006 sebagai standar International TOEFL Test yang diakui di dunia. ETS banyak melakukan perubahan pada format dan system TOEFL Test terbaru ini. iBT-TOEFL juga menggunakan media computer, hanya saja system test pada iBT menggunakan internet. Dengan demikian peserta test langsung on-line dengan ETS dan menjawab soal-soal test juga secara on-line.

Materi yang di test adalah:

  • Listening
  • speaking
  • writing, and Reading

Score range of iBT is 0-120. Lamanya waktu test adalah 4 jam

 

 

ref : www.edisamsuri.com

        Wikipedia.org

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

EXERCISE

Nama : Arif Ruiyat

NPM : 21210083

Kelas : 3EB15

 

Exercise A
10.The whales headed south for winter
This sentence is WRONG. because the tense used in this sentence is simple past tense. In my opinion, the sentence should be in the simple present tense form. Why? It is because that occurence will happen continuously as long as the winter exists.

The Whales –> subject

headed —> Verb2

Exercise B
8. In a moment of worry about the problem with the cash in the account
This sentence is WRONG. It is because there is no subject. Besides, “WORRY ABOUT” is VERB phrase. So, it should be in the GERUND form (in a moment of worrying about…).
In my opinion, in order to be RIGHT sentence, the subject (I) have to be added in the sentence. So, the correct sentence is “In a moment, I worry about the problem with the cash in the acount.”

Worry —> Verb

 

TOEFL Exercise
3. …. grow close to the ground in the short Arctic summer.
a. Above tundra plants  WRONG, because the sentence just need subject (tundra plants). So, “Above” word (preposition) coming before subject (tundra plants) is useless (incorrect).
b. Tundra plants  RIGHT (the answer), the tense form used in this sentence is simple present tense. The simple present tense formula is “S+V1”. “Grow” in the above sentence is V1. So, what we need to complete the sentence is SUBJECT. And “Tundra plants” is the subject we need to.
c. tundra plants are found  WRONG, Tundra plants have been found in the past (a long time ago). So, the tense should be in the past form (not “are” but “were”).
d. for tundra plants  WRONG, adding “for” word before “tundra plants” just make the reader confused (kasusnya mirip no 1).

Sampingan | Posted on by | Meninggalkan komentar

Perbedaan Kontekstual dan Konseptual

Kontekstual
Dalam kamus besar bahasa Indonesia edisi keempat, yang dimaksud dengan konteks adalah bagian suatu uraian atau kalimat yang dapat mengandung atau menambah kejelasan makna. Maksud dari makna kontekstual dapat diartikan sebagai sebagai makna kata yang berada pada suatu uraian atau kalimat yang dapat mengandung atau menambah kejelasan makna, yang dipengaruhi oleh situasi, tempat, waktu, lingkungan penggunaan kata tersebut. Artinya, munculnya makna kontekstual bisa disebabkan oleh situasi, tempat, waktu, dan lingkungan. Misalnya penggunaan makna kontokstual terdapat pada kalimat berikut:

( 1. Kaki Dona terluka karena menginjak paku
( 2. Rumah nenek di kaki gunung

Penggunaan kaki pada kalimat diatas,bila ditilik pada konteks kalimatnya memiliki makna yang berbeda. Pada kalimat (1), kaki berarti ‘alat gerak bagian bawah pada tubuh makhluk hidup’, sedangkan pda kalimat (2), kaki memiliki arti ‘bagian bawah dari suatu tempat’. Kata “kaki” pada hakikatnya memiliki maksud bagian terbawah dari suatu objek, tetapi dalam penggunaan kata tersebut juga harus disesuaikan dengan konteks, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman dalam pengertian arti kaki.

Konseptual

Menurut kamus besar bahasa Indonesia yang dimaksud dengan konsep adalah rancangan, ide, atau pengertian yang diabstrakkan dari peristiwa konkret. Konseptual diartikan sebagai hal-hal yang berhubungan dengan konsep. Dapat dikatakan, makna konseptual merupakan makna yang ada pada kata yang tidak tergantung pada konteks kalimat. Makna konseptual sama artinya dengan makna denotatif, mana referensial,dan makna gramatikal. Contoh dari makna konseptual yaitu:

(1) ibu memiliki makna konseptual ‘manusia berjenis kelamin perempuan dan telah dewasa’.
(2) Kuda memiliki makna konseptual ‘sejenis binatang berkaki empat yang bisa dikendarai’

Sumber: http://colinawati.blog.uns.ac.id/2010/05/10/12/

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar